Emak-emak tulungin aye…! (oleh Rita Sa’idah)

Image

Yogjakarta, 07 juni 2013

                Emak Bringharjo……?,,Siapa yang tidak kenal dengan sebutan “Bringharjo”.

Bringharjo merupakan salah satu sebutan nama pasar yang terletak di daerah istimewa Yogjakarta, tepatnya di daerah sekitar Malioboro. Banyak pedagang dan pengunjung yang suka membanjiri pasar Bringarjo, mulai dari kalangan anak-anak, remaja, dewasa, orang tua. Karen disana banyak barang-barang yang menarik untuk diperjual belikan.

                Salah satu ciri khas pasar Bringharjo yaitu edang yang menjual banyak berbagai motiv batik dan barang-barang yang bercirikas Yogjakarta. Selain itu banyak juga makanan atau jajanan yang diperdagangkan isanan,pasarnya pun cukup luas terdiri dai beberapa lantai “nmun saat saya berkunjung di pasar Bringharjo tidak sempat naik ke lantai-lantai yang ada di pasar tersebut “ujar mahasisiwa UNP Kediri yang waktu itu berkunjung di pasar Bringharjo, tepatnya pukul 17.00  WIB”.

                Namun  di pasar Bringharjo ini kramaiannya sangat berbeda dengan paasr-pasar yang lain. Salah satunya dimana ada pembelil disana ada tukang yang bekerja menggendong atau membawakan barang-barang yang dibeli oleh pengunjung, yang lebih menakjubkan para pekerja yang mengabdi sebagai tukang gendong barang belanja pengunujung yaitu nenek- nenek yang sudah tua keriput berusia sekitar 60 sampai 70 tahun.  Kemarin ada salah satu conthnya yaitu  Mbah Lajiyem yang usianya sudah sekitar 65 tahun, beliau bekerja sebagai tukang gendong barang bawaan pembeli di Pasar Bringharjo, jasanya sangat dibutuhkan oleh para pembeli yang kualahan membawa barang blanjaannya.

“Nami kulo Lajiyem, kulo tengmriki nyambut damel pados arto damel maem bendinten.Kulo ngenteniki namung angsal arto kadang nggih Rp 70.000,- kadang nggih Rp 100.000,- mboten mesti perharine angsal piten.” Mbah Lajiyem menjawab beberapa pertanyaan yang di lontarkan oleh mahasisa UNP Kediri saat melakukan kunjungan study tour I pasar Bringharjo.

Ternyata mereka tlaten untuk melakukan pekerjaan menggendong barang bawaan pengunjung yitu dengan niat bekerja untuk mencari uang bahakan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Salaha satu contoh mbah Lajiyem tadi, alaupun sudah tua renta beliau tetap semangat untuk bekerja demi tercukupi kebutuhan ekonominya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s