PASAR SORE MALIOBORO JOGJA ( By. TRI RATNA SEJATI , NPM. 09.1.01.07.0152 , Kelas: 4D )

    Image 

Jika anda berwisata ke kota jogjakarta ini, pastikan anda tidak melewatkan wisata malam khas jogja. Buat madlam- malam anda di jogja tidak terlupakan dan membawa cerita ketika pulang ke kota anda nanti. Kebanyakkan wisata malam di jogja ini murah meriah, sebenarnya sih maunya siang dan malam jalan- jalan berkeliling di kota jogja karena wisata jogja tergolong wisata yang murah. Tulisan kali ini saya coba ingin membahas mengenai pasar sore malioboro ( pasar beringharjo) yang patut anda kunjungi di jogja menurut versi saya.

J Pasar Beringharjo telah di gunakan sebagai tempat jual beli sejak tahun 17u58. Tawarannya kini kian lengkap, mulai dari batik, jajanan pasar, jejamuan, hingga patung budha seharga ratusan ribu Beringharjo pasar tradisional terlengkap di yogyakarta.

    Pasar Beringharjo menjadi sebuah bagian dari Malioboro yang sayang untuk di lewatkan. Bagaimana tidak, Pasar ini telah menjadi pusat kegiatan ekonomi selama ratusan tahun dan keberadaannya mempunyai makna filosofis. Selain itu, Beringharjo juga merupakan salah satu pilar “ Catur Tunggal” ( terdiri dari Kraton, Alun- alun utara, Kraton, dan Pasar Beringharjo) yang melambangkan fungsi ekonomi.

     Wilayah Pasar Beringharjo mulanya merupakan hutan beringin. Tak lama setelah berdirinya kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, tepatnya tahun 1758, Wilayah pasar ini dijadikan tempat transaksi ekonomi oleh warga Yogyakarta dan sekitarnya. Ratusan tahun kemudian, pada tahun 1925, barulah tempat transaksi ekonomi ini memiliki sebuah bangunan permanen. Nama Beringharjo sendiri diberikan oleh Hamengku Buwono IX, artinya wilayah yang semula pohon beringin ( Bering) diharapkan dapat memberikan kesejahteraan ( harjo). Kini, para wisatawan memakai pasar ini sebagai tempat belanja yang menyenangkan.

      Bagian depan dan belakang bangunan pasar sebelah barat merupakan tempat yang tepat untuk memanjakan lidah dengan jajanan pasar. Di sebelah utara bagian depan, dapat di jumpai Brem bulat dengan tekstur lebih lembut dari Brem Madiun dan Krasikan( semacam dodol dari tepung beras, gula jawa, dan hancuran wijen). Di sebelah selatan, dapat ditemui Bakpia isi kacang hijau yang biasa di jual masih hangat dan kue basah seperti hung kwe dan nagasari. Sementara bagian belakang umumnya menjual panganan yang tahan lama seperti ting- ting yang terbuat dari karamel yang di campur kacang. ( TRI RATNA SEJATI, Npm.09.1.01.07.0152 : kelas 4D)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s