Sumber Dawung sejarah di daerah Pranggang (by Rita Sa’idah)

Tepatnya di dusun Pranggang barat desa Pranggang kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri, terdapat sebuhah sumber air yang  dimanafaatkan bagi masyarakat daerah sekitar, masyarakat biasa menyebut dengan sebutan Sumber Dawung sebuah sumber yang berukuran kurang lebih sebesar permukaan pipa air muncul dari dalam tanah yang kemudian airnya ditampung didalam sebuah kolam yang berukuran panjang 5 m dan lebar 3 m dengan kedalaman 1m , sehingga  dapat digunakan sebagai tempat berenang anak-anak atau orang dewasa didaerah sekitar. Air yang muncul dari sumber dawung merupakan air yang sangat sejuk karena selain langsung bersumber dari tanah lokasi sumber dawung masih diselimuti oleh berbagai pepohonan yang lumayan lebat, sehingga menjadikan suasana disumber dawung sangatlah sejuk. Lokasi menuju sumber dawung juga masih alami jalannya lumayan licin jika musim hujan datang.

Konon katanya “sumber dawung  itu dibangun oleh Belanda pada masa dahulu” (kata bu Istiani warga Pranggang barat  17 April 2013), saat ditanya oleh  “Rita Sa’idah mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Indonesia semester V11 di  UNP Kediri” saat melaksanakan tugas KKN  tepatnya di desa Pranggang kecamatan Plosoklaten kabupaten Kediri. Pada masa dulu sumber tersebut dibangun oleh orang Belanda sebagai sumber mata air yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan masyarakat sekitar. Selain menciptakan sumber tersebut orang-orang belanda juga membangun sebuah bangunan kecil sebagai tempat proses keluarnya air dari dalam tanah. Masyarakat daerah sekitar pranggang dahulunya memanfaatkan sumber dawung sebagai sumber mata air yang dapat digunakan untuk kebutuhan hidup sehari, karena dengan perubahan pola pikir dan modernisasi pada perkembangan zaman pelahan-lahan masyarakat membangun dan menggali sumber air dimasing-masing rumah. Walaupun masih ada beberapa warga yang masih mengambil air didaerah dawuh tersebut.

Sumber dawuh sekarang hanya menjadi tempat bermain anak-anak kecil untuk mencari ikan, karena dengan adanya sumber dawung tersebut terbentuklah sungai kecil yang sampai sekarang masih mengalir menuju daerah yang lebih rendang , banyak ikan kecil yang berenang disumber tersebut.Pada intinya ternyata masih ada peninggalan jaman Belanda didaerah sekitar Kediri dan bangunannya pun juga masih kokoh dan kuat walau sudah berdiri selama bertahun-tahun, dan masyarakat daerah sekitar Pranggang juga tetap merawat, menjaga bangunan Belanada dimasa dahulu. (Kediri, 18 April 2013). Rita Sa’idah_4D_09.1.01.07.0132_Berita 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s