Acak-Acak Nobar Film, Tiga Pemuda Teler Diamankan (oleh Ayyu M. Fikriyah) – Straight News

Dibayangi ancaman pemuda mabuk, panitia agenda nonton bareng sempat menunda acara yang sedianya dilaksanakan pukul 19.00 kemarin (27/4). Agenda yang merupakan bagian dari kegiatan kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Nusantara PGRI Kediri tersebut direncanakan akan memutar film Serdadu Kumbang dan Habibie – Ainun untuk dinikmati bersama warga desa Pandantoyo, kecamatan Ngancar. Sebelumnya, tiga pemuda setengah teler tersebut sempat cekcok dengan warga karena ugal-ugalan mengendarai sepeda motor. Meskipun begitu, kerusuhan masih bisa dihindarkan.

Kejadian bermula Sabtu malam sekitar pukul 18.30, mahasiswa UNP Kediri mulai bersiap memasang layar dan proyektor di halaman rumah ketua RW 03 desa Pandantoyo. Warga pun berdatangan. Tua – muda, dewasa – anak-anak, sangat antusias ingin menonton. Bahkan ada beberapa warga yang menggelar lapak jajanan dan rokok serta pedagang mainan keliling yang mencoba meraih peruntungan di lokasi nonton film. Tiba-tiba muncul lima pemuda mengendarai dua sepeda motor melaju dari arah Pasar Wates. “Awalnya cuma lewat. Tapi naik motornya byakyakan, bleyer-bleyer gas. Kelihatan emang mau mancing rusuh,” kata Dedy, mahasiswa Teknik Informasi UNP Kediri.

Langkah antisipasi sebenarnya sudah dipersiapkan oleh para panitia mengingat daerah pedesaan masih rawan premanisme. Ketua RW, Budhi Santoso, menugasi warga untuk ikut andil dalam mengatur parkir kendaraan serta menertibkan warga dan pedagang. Tak kurang dari 40 orang datang ke lokasi. Tidak hanya warga dusun Pandantoyo, warga Kunjang, Jagul dan Babatan pun datang memenuhi undangan dari pamong desa.

Lima pemuda yang diduga usai pesta miras di daerah persawahan Bedali tersebut diakui Feri Kurniawan bukan warga desa Pandantoyo. “Ndak tahu mereka dapat informasi dari mana soal acara ini. Dikiranya mungkin dangdutan. Tapi saya pastikan mereka bukan warga Pandantoyo maupun Jagul,” ungkap lurah Ngancar ini.

Tak hanya meneror keceriaan warga dengan membunyikan klakson dan gas, tiga dari lima pemuda tersebut pun mendekat ke kerumunan warga. Dua orang lain meninggalkan tempat setelah dihalau seorang hansip. Mereka bertiga, yang menyeruak ke tengah warga, kemudian berteriak dengan suara parau meminta cepat-cepat diputarkan video. Salah satunya bahkan menyeletuk minta video film biru. Beberapa anak-anak yang berlarian pun terlihat ketakutan dan langsung menghampiri orang tuanya. “Harus segera dibawa pergi dari sini. Memalukan. Kasihan warga terganggu,” ujar Rusmani, salah satu pegawai Linmas desa Ngancar. Ia dibantu empat warga Jagul dan Kunjang, menggiring ketiga pemuda tersebut ke Kapolsek Ngancar.

Dalam keadaan mereka setengah teler, diakui AKP Heru Yudho sulit untuk menginterogasi ketiga pemuda tersebut. “Kami amankan dulu mereka sampai kondisinya siap untuk kami berondong pertanyaan. Ini pekerjaan rumah untuk kami. Premanisme di desa ini memang meningkat akhir-akhir ini,” ujarnya.

Meski tidak sampai berujung kerusuhan, namun insiden kunjungan tamu tidak diundang tersebut membuat acara molor sampai satu jam. “Sayang sekali, warga sudah antusias, tapi hanya satu film yang sempat diputar,” ungkap Dadang, seksi perlengkapan kelompok KKN.

Ayyu M. Fikriyah
09.1.01.07.0028
4D
Straight News

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s