LELE BERKEMBANG DI PANDANTOYO (by Tri Wahyuni)

Di dunia siapa yang tidak kenal dengan lele? Ya, jenis ikan air tawar satu ini memang tidak asing lagi bagi setiap orang. Lele memang sangat mudah untuk dijumpai dan mudah pula untuk dibudidayakan. Salah satu tempat pembudidayaan lele yang cukup berkembang di Kabupaten Kediri adalah di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar. Daerah yang terletak di kaki Gunung Kelud ini sangat berpotensi untuk berbagai usaha, salah satunya adalah pembudidayaan lele. Di daerah tersebut banyak warga yang melakukan budidaya lele, salah satunya adalah Bapak Budi Santoso (Jogoboyo Desa Pandantoyo).

Pembudidayaan lele tersebut beliau lakukan di halaman belakang rumahnya, karena sebenarnya untuk membudidayakan lele tidak membutuhkan banyak lahan. Hanya dengan lahan berukuran 3 x 6 meter sudah dapat menampung 6.000-8.000 ekor lele.
Dalam pembudidayaan ikan lele tersebut, tentunya harus diperhatikan bibit-bibit ikan yang akan dibudidayakan. “Jenis ikan yang baik untuk dibudidayakan diantaranya adalah bibit ikan yang aktif, kuat, dan bebas dari jamur. Serta tidak cacat, baik itu luka ataupun kumis putus dan yang paling penting bibit ikan harus sudah disterilisasi dari pembibitan”, ujar Pak Budi saat ditanya tentang jenis pembibitan ikan lele.

Sementara itu, untuk lebih mengembangkan usaha pembudidayaan lele tersebut, telah digunakan sistem baru yaitu Sistem Budidaya Ikan Lele Organik. Sistem tersebut dilakukan dengan prinsip-prinsip dasar ilmu tanah dan air dengan mengondisikan kolam agar dapat mendukung mikro maupun makro organisme yang menguntungkan dalam proses budidaya lele.
“Sistem Budidaya Ikan Lele Organik ini sangat menguntungkan. Selain ramah lingkungan, angka kehidupan ikan juga lebih tinggi. Selain itu, pakan lebih irit dan air kolam juga tidak perlu sering diganti”, ungkap Pak Budi.

Maka sudah tidak ayal lagi jika usaha pembudidayaan ikan lele yang dikembangkan oleh Pak Budi sudah dikenal oleh masyarakat luas. Usaha yang terus dikembangkan ini telah mencapai sekitar 15 kolam ikan dan meraup keuntungan yang tidak sedikit. Untuk sekali panennya, dari satu kolam dapat mencapai 7.000 ekor lele dan keuntungan yang diperoleh sekitar 1,5 – 2 juta rupiah. Karena perkembangannya yang cukup pesat, usaha pembudidayaan lele tersebut sering dijadikan sebagai wahana pelatihan budidaya lele.
Terakhir, pada Jum’at (26/4) usaha budidaya lele yang dikembangkan oleh Pak Budi tersebut dijadikan sebagai wahana pelatihan budidaya oleh karyawan BI (Bank Indonesia) yang diikuti oleh sekitar 25 orang. Sementara itu, usaha tersebut juga mendapat perhatian dari pemerintah Kota Kediri dan berencana akan menjadikan Pandantoyo sebagai daerah pusat budidaya lele serta pusat kuliner yang berbahan baku lele.

Rencananya, pusat pembuatan kuliner lele tersebut akan dilakukan di kediaman Bapak Budi Santoso. “Ya, mohon do’anya agar rencana pemerintah untuk menjadikan Pandantoyo sebagai pusat kuliner lele dapat segera direalisasikan” ujar Pak Budi, ketika menyampaikan kegembiraannya menyambut rencana pemerintah.
(Tri Wahyuni_4D_09.1.01.07.0153_Feature)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s