Dilanda Kecemasan (by Ulfatul Janah)

Menyusuri jalannya Kabupaten Kediri, tak disangka sampailah aku di Kecamatan Plosoklaten, tepatnya di Dusun Darungan, Desa Punjul. Di desa itulah aku dan teman-teman diberi amanat dari kampus untuk menyelesaikan tugas Kuliah Kerja Nyata atau lebih singkatnya KKN. Selama dua minggu saya dan teman-teman mengabdi di desa itu, menjalankan program sesuai dengan rencana, memberikan stimulus terhadap masyarakat setempat agar ada perubahan. Hari pertama aku menyusuri Dusun Darungan, Desa Punjul untuk mengetahui tentang keadaan ekonomi dan sosial masyarakatnya. Ternyata masyarakat Dusun Darungan merupakan golongan ekonomi menengah kebawah. Aku dan teman –teman menyusuri jalan- jalan yang sempit dan berdebu. Maklum disana tanahnya berupa pasir. Gang demi gang kami lalui. Aku tidak tahu mana yang barat, timur, utara, dan selatan. Aku mengikuti laju motor temanku. Kami terdiri atas 4 orang yang terbagi menjadi 2 cewek dan 2 cowok. Selama aku mangikuti 2 orang cowok tersebut, firasat hatiku sudah tak enak. Kami berangkat ke pemukiman warga sekitar jam 2 siang. Suasana menjadi mendung. Kami tak tahu arah dan tak tahu jalan pulang alias kesasar. Hanya seutas do’a yang hanya bisa aku panjatkan kepada yang Maha Kuasa, agar diberi petunjuk. Kami sebagai 2 cewek merasa didzalimi oleh kedua cowok tersebut, karena mereka tak mau menurut apa kata kami. Kami berempat melaju agar secepatnya sampai di posko. Kedua cowok tersebut belok ke kiri. Katanya ini jalan pintas agar cepat sampai ke posko. Ternyata aku dan teman-teman berada ditengah sawah, tidak kelihatan jalan keluar karena sawah tersebut ditumbuhi oleh puluhan ribu pohon tebu. Kami marah karena cuaca sudah tak bersahabat dan gerimispun mulai turun. Kami berjalan menyusuri jalan dan pada akhirnya terlintas hanya makam. Hatiku sudah tak karuan, rasa takut menyelimuti diriku. Hari pertama di desa tersebut banyak pengalaman yang aku peroleh. Pada akhirnya kami bertemu dengan bapak paruh baya yang memberi arah agar kami bisa keluar. Tak lama kemudian sampailah kami di posko. Hati merasa senang dan ini menjadi pelajaran buat kami berempat. (Ulfatul Janah_4D_09.1.01.07.0156_Feature)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s