KEKAYAAN DESA MANGGIS (by Yunia Nur Afifah Isnani)

6013635111

Setiap daerah mempunyai ciri khas tersendiri seperti halnya mata pencaharian, makanan khas serta kebudayaan. Di indonesia setiap daerah sangat berbeda kebudayaannya, kita ambil contoh yang satu rumpun sama provinsi jawa timurnya saja sudah berbeda kebudayaan apalagi beda provinsi ya? Nah untuk itu dalam pembicaraan kali ini didaerah yang ditempati untuk singgah bersama mahasiswa KKN Kelompok 08 Gelombang II tepatnya di Desa Manggis, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri.  Banyak sekali warga sekitar menanam nanas kalau kalian jumpai sepanjang perjalanan desa Manggis disini sekeliling kalian banyak tanaman nanas, desa yang sangat unik, seharusnya dengan namanya desa Manggis banyak tanaman Manggis tetapi yang di tanam di daerah sekitar yakni nanas, memang warga disini mata pencariannya bukan padi atau pun yang lainnya. Wilayah desa manggis tergolong daerah perkebunan bukan pertanian. Tanaman jagung juga digeluti oleh warga sekitar desa manggis, tetapi lebih dominan tanaman nanas. Saat mengikuti pengajian rutinan ibu – ibu PKK, disana setelah pengajian selesai tamu undangan dalam pengajian tersebut di jamu makan nasi setelah itu disuguhkan makanan khas desa manggis menurut warga disana, makanan itu seperti utri yang terbuat dari ketela diberi parutan kelapa, namun dugaan saya salah, ternyata makanan itu bukan utri melainkan makanan yang terbuat dari parutan nanas, lalu diberi mie putih yang sudah direndam air lalu dikukus dengan parutan nanas itu diberi gula, garam, dan sedikit tepung kanji supaya agak kenyal-kenyal hasilnya, setelah jadi dipotong-potong kotak ditaburi parutan kelapa. Baru kali ini saya menemukan makanan khas ini disini yang saya tidak pernah tau sebelumnya, menurut saya lumayan enak rasanya manis campur asin, rasa nanasnya juga tetap melekat pada hasil olahan dari nanas itu.

Banyak hal menarik yang saya jumpai di desa Manggis ini, dekat perkebunan nanas waktu itu terdapat sumber air yang, entah itu sumber dari mana belum ditemukan keberadaannya, tidak hanya dekat perkebunan itu di jalan pun juga banyak ditemukan sumber air. Jarang sekali kita menemukan sumber air di desa – desa. Kekayaan alam di dunia ini patut kita syukuri, banyak kebudayaan dan ciri khas serta panorama alam yang berbeda itu semua ciptaan tuhan. (Yunia Nur Afifah Isnani_4D_09.1.01.07.0167_Feature)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s